Alih Teknologi


Menurut saya, hal penting yang menjadi dasar untuk alih teknologi adalah mebuat sejahtera, nyaman dan aman masyarakat melalui teknologi. Dengan spirit untuk membuat sejahtera, nyaman dan aman itulah yang menjadikan alih teknologi menjadi sesuatu yang akan didukung dan dilakukan oleh setiap insan dalam suatu masyarakat. Dengan spirit hal tersebut diatas, alih teknologi tidak lagi dibatasi sesuatu yang canggih atau yang ‘ngawang-awang” tetapi juga dalam hal yang sederhana dan ‘sepele’, misalkan mainan anak-anak.
Kalau dalam suatu masyarakat, ada hal yang sederhana dan dapat mensejahterakan masyarakat dan di masyarakat/negara tersebut belum menguasai, maka proses alih teknologi harus dilakukan di bidang tersebut. Misalkan pembuatan alat-alat pertanian: alat pengolahan tanah, penanaman bibit, dan penuaiana padi belum dikuasai di suatu negara, maka negara tersebut harus mempunyai semangat untuk meguasai teknologi tersebut. Saya melihat sudah ada alat untuk menanam bibit padi di Korea, sehingga sawah berhektar-hektar dapat ditangani oleh seorang saja dan saya belum melihat di Indonesia, maka alih teknologi alat tersebut harus dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Sedangkan alat untuk membajak tanah dengan traktor sudah dikuasai teknologinya oleh Indonesia, tetapi harganya masih mahal, sehingga belum mensejahterakan masyarakat,maka alih teknologi harus dilakukan, yaitu bagaimana membuat alat tersebut menjadi murah. Barangkali masih mahal karena mesin penggeraknya (‘diesel-nya’) masih import, maka alih teknologi untuk mesin penggeraknya harus dilakukan.
Contoh lain, misal untuk industri strategis negara kita: Kita sudah mengusai teknologi untuk membuat pesawat terbang, kapal laut, kereta api, dll. Tapi produk ini belum secara luas dipakai oleh negara kita, maka proses alih teknologi belum selesai dilakukan, karena belum sampai pada tingkat untuk mensejahterakan masyarakat. Produk-produk dalam negeri tersebut belum dipakai secara luas oleh masyarakat kita barangkali karena harganya yang masih lebih mahal, atau keandalannya yang belum maksimal, atau ‘brand’ yang belum dikenal oleh masyarakat. Maka harus dilakukan usaha alih teknologi untuk menurunkan harga, meningkatkan keandalan dan meningkatkan ‘Brand’ produk kita.
Satu contoh lagi misalkan dalam bidang Pertahan dan Keamanan dalam rangka menjaga keamanan dan kedaulatan Negara, maka usaha alih teknologi dalam bidang ini harus dilakukan sampai mebuat masyarakat dan Negara kita menjadi aman dari ancaman dari luar (Negara lain). Selama kita masih bergantung ke Negara lain maka nilai aman untuk masyarakat kita belum tercapai, sehingga usaha untuk alaih teknologi dalam bidang ini harus dilakukan.
Sebagai penutup saya ingin menekankan bahwa alih teknologi itu tidak boleh hanya diasosiasikan dengan alat yang canggih saja, apalagi hanya diasosiasikan dengan wujud pesawat terbang saja. Sehingga semua hal yang bisa mensejahterakan , bisa membuat nyaman, dan membuat kita aman, dan kita belum menguasai, maka padah hal tersebut kita harus secara cepat dan tepat untuk mengusainya.

Salam Alih Teknologi

Tentang muhammadkusni

dosen itb
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Alih Teknologi

  1. yuhusasn berkata:

    ijin komentar, Pak Kusni. Jangan lupakan faktor politiek, pak, hehehe. Salah satu faktor penghambat alih teknologi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s