Burungku……….. kemana kau ?


Ketika tinggal di Belanda maupun di Korea, aku melihat banyak burung dan itik yang bebas berkeliaran di pinggir-pinggir sungai dan di taman-taman. Sejuk sekali melihat pemandangan tersebut………….. Di negeriku jarang pemandangan tersebut dapat aku lihat saat ini. Apa ya yang membuat pemandangan tersebut jarang aku temui di negeriku yang katanya kaya dengan tumbuhan dan satwa ?
Aku mengamati orang di kampungku (solo) dan di beberapa wilayah Indonesia, aku memperoleh kenyataan bahwa orang ingin menikmati kicau burung dengan jalan meletakkan burung burung tersebut dalam sangkar , kemudian ditaruh di rumah untuk dinikmati suara dan warna bulunya yang bagus. Memang kita terbiasa untuk ingin menguasai kenikmatan keindahan alam secara sendiri-sendiri dan jarang terfikirkan untuk bisa berbagi kebahagiaan dan keindahan dengan sesama.
DI negeriku orang sudah dibiasakan untuk berkompetisi bahkan untuk menikmati keindahan burung. Orang harus membeli dan kemudian meilikinya sendiri untuk menikmati keindahan burung.
Begitu juga untuk pendidikan, orang harus berkompetisi sangat keras dari tingkat SD sampai perguruan tinggi hanya sekedar untuk memperoleh pendidikan dan memperoleh ilmu. Sehingga secara naluri manusia , untuk dapat tetap eksis, mereka terbiasa untuk hanya memikirkan kebutuhannya sendiri-sendiri, dan rasa kepedulian dengan orang lain maupun kepedulianya ke lingkungan makin terkikis.
Yok kita perbaiki kondisi ini.
Salam burung

Tentang muhammadkusni

dosen itb
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s