Bahasa Indonesia Bahasa Ilmiah ku


Kaget juga waktu melihat salah satu buku Texbook  Aeronautic Engineering teman kerjaku di Korea memakai tulisan Korea. Aku jadi berfikir, barangkali pemikiran teman-temanku dosen di ITB yang kukuh untuk tidak menterjemahkan buku-buku literatur teknik penerbangan dengan alasan takut mahasiswa kita tidak menguasai bahasa Inggris barangkali adalah pemikiran yang salah.

Pemikiran bahwa untuk membuat orang dapat berbahasa inggris dengan tetap mempertahankan buku textbook berbahasa inggris adalah hal yang kontribusinya kecil, tetapi mengorbankan sesuatu yang besar. Karena apa ? Untuk membuat rakyat bangsa Indonesia melek bahasa Inggris, mestinya ada suatu sistem untuk mengarahkan ke sana, diantaranya adalah dengan membenahi sistem pembelajaran bahasa Inggris di sekolah- sekolah dasar dan menengah. Atau melalui media telivisi yang sangat intensif. Seperti di korea aku melihat ada dua stasiun televisi yang hampir seluruh programnya adalah untuk membuat rakyat Korea menjadi faham bahasa Inggri, sampai acara beritanyapun di bahas dari segi bahasanya , sehingga rakyat menjadi terbiasa dengan bahasa Inggris.

Kalau kita mempertahankan buku textbook tetap berbahasa inggris, maka ilmu pada bidang tertentu tidak akan mengakar dalam masyarakat itu. Orang kebanyakan akan menganggap bahwa keilmuan tertentu menjadi bukan milik dia karena tersekat oleh bahasa. Aku membayangkan, kalau buku-buku textbook aerodinamika, atau buku aeroelastisitas berbahasa Indonesia, barangkali bapakku yang melihat buku anaknya waktu kuliah barangkali akan ikut membaca, dan sebagian ilmu yang ada di buku itu dapat dimengerti oleh bapakku yanga sangat awam di bidang ilmu penerbangan. Begitu juga kalau anakku yang masih smp atau sd membaca buku itu walaupun rumusnya mungkin tidak faham , tetapi di bagian pendahuluan buku itu akan membuat anakku yang masih kecil akan tahu apa itu aerodinamika dan apa itu aeroelastisitas.

Begitu juga pada saat satu buku textbook telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan baik oleh orang yang menguasai bidang tersebut, maka satu simbol bahwa satu bidang keilmuan sudah “dibudayakan” menjadi milik negara ini telah terjadi, sehingga secara negara kita bisa punya acuan, berapa buku lagi yang harus di budayakan menjadi milik bangsa ini. Kemudian sistem pewarisan satu ilmu dari generasi ke generasi akan terjadi di negeri ini.

Barangkali sudah saatnya kita meninggalkan keelitan suatu ilmu, ilmu itu harus dimiliki oleh siapapun dengan semudah-mudahnya, yang harus dikompetisikan antar seorang dengan orang lain adalah pengamalan ilmu tersebut. Dengan kondisi tersebutm insya Allah negara kita akan lebih maju lagi.

Salam Bahasa Indonesia.

Tentang muhammadkusni

dosen itb
Pos ini dipublikasikan di pendidikan. Tandai permalink.

2 Balasan ke Bahasa Indonesia Bahasa Ilmiah ku

  1. mukhlason berkata:

    Betul Pak, sejuta persen saya setuju dengan hal ini. Sebaiknya tulisan ini disebar juga di forum dosen alumni dan komunitas dikti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s