Tidak mau di bawah bayang-bayang bapaknya


Akhirnya anakku yang paling besar, pada SNPTN kali ini , dia tidak mendaftarkan diri ke tempat aku mengajar. Kenapa gak milih ke ITB tanyaku pada anakku. Anakku menjawab bahwa semua guru-nya mengatakan bahwa dia sudah pasti mendapatkan jatah di ITB, karena bapaknya dosen di ITB. Pernyataan guru-gurunya dan beberapa tetanggaku yang mereka mengira bahwa dosen pasti dapat jatah untuk anaknya memang sepertinya sudah menyebar ke mana-mana.

Rasanya seperti difitnah aja aku dibilang oleh tetangga bahwa aku dapat jatah tempat untuk menyekolahkan anak di ITB. Pada saat aku ketemu tetangga yang seperti itu, aku katakan bahwa jangankan saya, salah satu rektor ITB pun anaknya sekolah di universitas swasta aja terjadi. KArena memang ITB bukan milikku, bukan milik dosen-dosenya, dan juga bukan milik rektornya. Semua yang masuk ya harus melalui seleksi yang adil.

Aku menghargai pilihan anakku, dia sudah memutuskan sesuatu yang dia anggap baik untuk dirinya. Dia tidak mau di bawah bayang-bayang bapaknya. Aku hanya berdo’a, semoga dia meperoleh apa yang diinginkannya.

Salam Tak mau di bawah bayang-bayang bapaknya

kusni

Tentang muhammadkusni

dosen itb
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Cerita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s