Insinyur Penerbangan vs Insinyur Sipil


Karena budget yang pas-pasan, aku membangun rumahku tanpa menggunakan jasa arsitektur maupun jasa ahli konstruksi. Aku dibantu dengan para tukang menentukan sendiri bentuk dan ukuran-ukuran bangunanku. Beberapa komentar aku terima dari teman-teman yang dari teknik sipil, termasuk dari kakakku menegenai rumahku. Maaf ya mas, wajahnya nongol di sini. He..he..

Mereka berkomentar bahwa ukuran kolom-kolom di rumahku agak kekecilan. Perhatikan tebalnya kolom dan juga tebalnya tangga yang menghubungkan lantai 2 ke lantai 3 rumahku. Juga waktu saya mendisain kubah untuk mushola di rumah, kerena bebanya sudah ditahan oleh struktur segitiga di atasnya, maka kolom untuk kubah juga aku bikin tipis saja.  Menurut teman-teman dari teknik sipil, termasuk kakakku ukurannya terlalu kecil. Padahal kalau dilihat didalamnya, besi-besi beton ukuran 1.5 cm ada di dalamnya. Dan bagi saya ukuran itu kalau untuk pesawat terbang sudah terlalu kuat.

Kalau menurutku, teman-teman dari teknik sipil dalam menentukan ukuran-ukuran pada bangunan sipil masih terlalu besar. AKu terbiasa dengan ukuran-ukuran yang sangat kecil pada saat mendisain struktur pesawat terbang. Misalkan kulit pesawat terbang orde ketebalannya hanya satu atau dua milimeter saja.

Waktu aku bilang ke kakak bahwa menurutku teman-teman teknik sipil terlalu memiilih aman  (konservatif)  pada saat membuat bangunan, dia mengatakan bahwa itu disebabkan karena pembebananya dikalikan sampai 5 atau 6 kali, untuk  yang dibuat untuk jaga-jaga kalau ada beban gempa. Dalam hati aku juga berkata bahwa di pesawat terbang juga disidesain sampai 6 kali untuk jaga-jaga kalau bermanuver.

Barangkali karena , teman-teman dari teknik sipil tidak memerlukan ringan untuk bangunannya, maka mereka kurang efisien dalam membangun . He..he…bener gak ya..

Salam Insinyur Penerbangan vs Insinyur Sipil

Kusni

Tentang muhammadkusni

dosen itb
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Dirgantara, pendidikan, pengetahuan. Tandai permalink.

3 Balasan ke Insinyur Penerbangan vs Insinyur Sipil

  1. ibnu berkata:

    “Barangkali karena , teman-teman dari teknik sipil tidak memerlukan ringan untuk bangunannya, maka mereka kurang efisien dalam membangun . He..he…bener gak ya..”

    kyknya gitu deh pak..
    :))

    -ibnu Ae 07-

  2. zerocrossraptor berkata:

    Hahaha, kebetulan adek saya juga teknik sipil, pak.. Mungkin nanti pas saya bangun rumah sendiri saya akan mengalami perdebatan yg sama dengan adik saya:D…

  3. Awang Bhaswara berkata:

    Mantep pak khusni…hehe🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s