Sertifikasi Untuk N250


Bagaikan orang yang berjalan ribuan kilometer, maka perjalan panjang N250 sesungguhnya tinggal beberapa ratus kilometer lagi.  Artinya bahwa perjalanan yang masih harus ditempuh masih panjang, tetapi dibanding dengan yang telah ditempuh maka sisa yang harus ditempuh relatif masih pendek.

Salah satu fase yang harus dilalui untuk menyelesaikan misi pengembangan N250 adalah proses sertifikasi. Sertifikasi ini adalah proses legal dimana pesawat harus dibuktikan bahwa dia memenuhi setiap ceklis yang diminta fihak otoritas bahwa pesawat tersebut memenuhi syarat yang ditentukan demi keamanan. Cakupan sertifikasi tergantung pada seberapa luas pesawat itu ingin dijual. Kalau hanya ingin di jual di Indonesia maka sertifikasi cukup dilakukan fihak otoritas yang ada di negara ini, yaitu DSKU  (DIrektorat Sertifikasi dan Kelayakan Udara).

Saya sebenarnya punya keyakinan bahwa teman-teman generasi muda dari teknik penerbangan, termasuk yang masih jadi mahasiswa, dengan dibimbing oleh dosennya dan dari alumni yang di industri, insya Allah dapat membantu proses sertifikasi ini dengan menngunakan dana yang terbatas.

Sertifikasi ini kan intinya adalah menjamin bahwa pesawatnya kan aman jika dioperasikan dengan menggunakan ceklish yang sudah ada.

Salam Sertifikasi

Kusni

Tentang muhammadkusni

dosen itb
Pos ini dipublikasikan di Dirgantara, Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sertifikasi Untuk N250

  1. Paskal AE 08 berkata:

    salam Pak Kusni

    Senang sekali bisa dapat membaca buah2 pemikiran bapak disni hehe

    Berhubung Presiden RI belum ada lagi yang muncul dari akademisi teknik & sains, sepertinya pengembangan teknologi hanya bisa berharap kepada mereka dari golongan intelektual yang paham akan penerapan teknologi di Nusantara hehe

    Penasihat presiden ga cukup spertinya pak🙂
    lagipula bargaining position untuk lobi politik untuk pengembangan kebijakan kan harus berasal dari keputusan Panglima Tertinggi

    belajar dari sebuah game politik, memang spertinya untuk negara dengan kondisi kesenjangan yang lebar & belum adanya distribusi kecukupan ekonomi yang baik, teknologi & ilmu pengetahuan harus ‘pasrah’ untuk diprioritaskan belakangan. Entah jalan untuk pengembangan bersama itu ada atau tidak, kita harus selalu bekerja keras & berpikir, always …

    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s