Model aeroelastik


Sebelum pesawat terbang untuk pertama kali diterbangkan, maka insinyur-insinyurnya harus yakin bahwa pesawat terbang tidak mengalami flutter, yaitu sayapnya bergetar dan amplitudo getarannya makin besar dengan cepat dan akhirnya hancur.

Untuk mengetahui akan terjadi flutter atau tidak maka harus dihitung dulu…tapi untuk memvalidasi perhitungan maka perlu dibuat model pesawat yang bentuk nya sama dengan pesawat sesungguhnya kemudian getarannya sama dengan  getarannya pesawat yang sesungguhnya. Setelah itu pesawat model yang secara aerolelastisitas sama dengan pesawat yang sesungguhnya di uji coba di terowongan angin untuk mengetahui apakah kecepatan flutternya sama dengan hasil perhitungan. Kalau hasil perhitungan dan hasil di terowongan angin sama, maka insinyurnya akan tambah yakin dengan hasil perhitungan, Dan  kalau kecepatan pada saat terjadin flutter lebih tinggi dari kecepatan maksimum yang bisa dicapai pesawat udara, maka berarti pesawat tersebut aman dari terjadinya flutter, maka pesawat baru boleh dicoba untuk diterbangkan.

Salam Model Aeroelastistas

kusni

Tentang muhammadkusni

dosen itb
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s