Aeroservoelastomekanik


Salah satu yang akan dikaji dalam perancangan pesawat tempur generasi 4.5 (diatas F-16 tapi masih dibawah F-35) dalam kerjasama antara RI dengan Korea adalah masalah aeroservoelastomekanik. Wah…… namanya panjang dan sering ….sulit dimengerti oleh orang awam. Aeroservoelastomekanik adalah perpaduan antara aeroelastisitas dan servo (kontrol aktif). Aeroelastisitas adalah interaksi antara gaya aerodinamika dan elastisitas serta inersia. Interaksi inersia dan elastisitas sering dikenal orang dengan ilmu getaran. Jadi aeroservoelastomekanik ini adalah ilmu yang mmepelajari gabungan anatar ilmu aerodinamika, ilmu getaran, ilmu kontrol.

Contoh kasus yang ditangani adalah merancang sistem sedemikian rupa kalau pada kecepatan tertentu getaran pesawat aplitudo getaran pada pesawat makin membesar, maka dengan menerapkan kontrol aktif maka getaran tersebut di kurangi atau bahkan dihilangkan. Sistem nya sering disebut dengan Flutter Suppression System. Juga kalau pesawsat terbang kena gangguan angin yang vertkal maka pesawat akan berosilasi  (bergerak mengangguk-angguk), maka dengan perintah dari komputer kepada bidang kendali maka gerak yang menganguk-angguk tersebut akan dikurangi besarnya. System nya disebut dengan gust load alleviation.

Udah ah..ntar bingung….aku juga bingung kok….untuk nerangkannya..

Salam Aeroservoelastomekanik

Kusni

Tentang muhammadkusni

dosen itb
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Aeroservoelastomekanik

  1. kusuma berkata:

    keren pak penjelasannya….jadi ingat masa2 kuliah…pengen tanya nie pak…bedanya flutter dan buffet apa pak? Modus kejadiannya bagaimana yah? Terima kasih.

    Salam
    Kusuma

    • muhammadkusni berkata:

      Flutter ditandai adanya mekanisme couple antara beberapa modus getar dari struktur, kalau buffeting terjadinya pada sudut serang yang besar , yaitu pada waktu terjadi fenomena vortek, yang menyebabkan getaran pada struktur pesawat.
      Flutter: modus kejadiannya adalah sebagai berikut dengan bertambah kecepatan pesawat maka redaman strutur+aerodinamika yang semula positif akan menjadi nol dan akhirnya akan menjadi negatif. Mekanisme terjadinya perubahan redaman adalah karena adanya couple antara modus getar yang satu dengan yang lain sehihngga frekuensi kedua modus getar mendekat.
      Buffetting. pada susdut alfa yang tinggi akan terjhadi vortek, vortek mempunyai frekuensi tertentu yang dapat menginduksi getaran pada sttruktur. . Sulit e.. nerangi pakai kata-kata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s